![]() |
Kapolres Tapteng AKBP Wahyu Endrajaya menunjukkan barang bukti aksi tawuran di Pantai Muara Lubuk Tukko Pandan |
PANDAN - Kapolres Tapanuli Tengah (Tapteng), AKBP Wahyu Endrajaya menyebut sosok pria yang tertangkap kamera memegang senjata tajam (sajam) panjang saat peristiwa tawuran di Muara Lubuk Tukko berhasil diamankan oleh jajarannya.
Hal itu dikemukakan oleh Kapolres dalam konferensi pers di Mapolres Tapteng, Jalan Jenderal TNI Feisal Tanjung, pada Rabu (26/3/2025).
AKBP Wahyu Endrajaya menyebut, selain pria dengan sajam panjangnya, juga turut diamankan 13 remaja lainnya dengan usia rerata 14-16 tahun.
Kapolres menyebut, dari 14 orang yang diamankan, 1 orang diantaranya adalah seorang pria berusia 24 tahun yang tertangkap kamera sedang memegang senjata tajam panjang.
Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, pria tersebut diketahui sebagai sosok yang berusaha melerai dan membubarkan aksi tawuran yang terjadi pada Minggu pagi (16/3/2025) lalu.
"Saat yang bersangkutan melerai, (lalu mengamankan senjata panjang milik peserta tawuran) dan ada yang foto. Padahal beliau tidak terlibat tawuran sama sekali. Tapi tetap kita amankan," kata AKBP Wahyu.
Namun, lanjut Kapolres. Seluruh remaja termasuk 1 orang dewasa yang turut diamankan pada Minggu (16/3) lalu tidak dilakukan penahanan, melainkan dibebaskan dan dikembalikan ke orangtua masing-masing setelah sebelumnya dilakukan pembinaan dan membuat surat pernyataan tidak akan melakukan hal serupa dimasa yang akan datang.
"Jadi semua elemen sudah kami panggil (orangtua dan pihak sekolah), dan kita sepakat, karena ini kejadian yang pertama dan anak-anak sudah menyampaikan bahwasanya mereka hanya ikut-ikutan saja atau terkontaminasi dengan lingkungan, akhirnya kita bikin surat pernyataan bahwasanya orangtua sanggup untuk mendidik putra-putrinya dilingkungan keluarganya," bebernya.
Sebelumnya, orang nomor satu di jajaran Polres Tapteng ini menerangkan, peristiwa tawuran di pantai Muara Lubuk Tukko tersebut telah terdeteksi oleh jajaranya pada Subuh pagi.
Hanya, saja kerumuman remaja yang berniat tawuran saat itu membubarkan diri karena keberadaan personil Polres Tapteng yang berada dilokasi.
Namun, pada pukul 09.00 WIB, aksi tawuran pun akhirnya terjadi setelah kerumunan remaja tersebut kembali datang disaat personil Polres Tapteng telah meninggalkan lokasi.
"Personil kita bahkan sampai dua kali berpatroli di TKP dan membubarkan kerumunan yang ada. Hanya saja, setelah personil meninggalkan lokasi untuk yang terakhir kalinya, tawuran pun terjadi," terangnya.
"Aksi tawuran tersebut melibatkan dua kelompok remaja dari dua kampung yang berbeda yakni Pandan dan Muara Lubuk Tukko." tambahnya pungkasnya.